Tuesday, December 23, 2008

Jangan anggap remeh kesemutan

Jangan pernah menganggap remeh kesemutan. Kesemutan pada waktu lama akan berdampak buruk terhadap kesehatan anda. (la iyalah.....) he he. Ini adalah pengalaman pertama dalam hidup saya kesemutan terus menerus sampai satu minggu. Paling-paling sebelumnya kalau kesemutan hanya jika salah tidur karena posisi tangan yang salah, dijepit di paha atau menelungkup. Namun kesemutan yang saya alami seminggu terakhir adalah cedera akibat melakukan pekerjaan fisik secara berulang-ulang sehingga menyebabkan trauma fisik.

Nah, bagi anda para ibu rumah tangga, jangan menganggap remeh jika tangan anda kesemutan dalam waktu lama. Pekerjaan seperti memeras pakaian, mengulek sambal atau sifatnya menekuk pergelangan tangan secara terus menerus padahal tak biasa melakukan pekerjaan itu bisa menyebabkan terjepitnya saraf medianus. Di pergelangan tangan manusia ada semacam lekukan tempat melintasnya saraf ke telapak tangan, disebut saraf karpal. Di dalamnya ada saraf dan pembuluh darah. Jika sarafnya terjepit di dalam terowongan karpal inilah yang menyebabkan kesemutan pada seluruh jari kecuali kelingking. Penyakit ini disebut Carpal Tunnel Syndrome (sindrom terowongan karpal).

Pada awalnya saya menganggap remeh kesemutan yang terjadi pada tangan kanan saya. Namun setelah satu minggu, saya mulai khawatir kalau ada masalah dengan kesehatan saya. Saya pun bertanya ke ‘’mbah google’’ di internet (saya dapat istilah ini dari bang Ade Adran Sahlan). Ternyata ada banyak hal yang bisa memicu kesemutan antara lain; tumor jinak akibat desakan kelenjer, kecelakaan, diabetes, hipotiroid, dll. Tidak hanya itu orang yang pekerjaannya banyak menggunakan gerakan pergelangan tangan seperti operator komputer dengan posisi mouse yang salah juga beresiko mengalami penyakit ini. Alamak, perasaan saya mulai bermain-main, jangan-jangan ada tumor dalam tubuh saya, atau saya kena penyakit ini, itu. Wah, dari pada repot dengan perasaan saya sendiri, padahal saya tidak mempunyai ilmu sama sekali di bidang itu(kedokteran), sayapun membuat janji untuk konsultasi dengan dokter. Di sini (Australia) untuk kasus yang tidak emergency kita harus buat janji dulu dengan dokter. Paling cepat jika kita mendaftarnya hari ini, besok baru bisa bertemu dengan dokter. Saya jadi ingat, kalau di pekanbaru, buat janji dengan dokter ‘’tak pakai lama’’, asalkan mau mengantri. Di sini mengantrinya di rumah sendiri, bukan di rumah sakit. Jadi kita sudah tahu jam berapa mesti datang sesuai dengan urutan antri. (Bingungkan? Saya juga bingung)


Tibalah saatnya saya bertemu dengan dokter. Dokter Jones namanya. Orangnya ramah dan memberi waktu seluas-luasnya kepada saya untuk berkonsultasi. Saya jadi ingat (untuk kedua kalinya), dulu ketika saya membawa anak saya ke salah satu rumah sakit swasta di pekanbaru, dokternya buru-buru sewaktu berkonsultasi. Jika saya masih tanya ini dan itu, dokter gelisah dan langsung bilang, ‘’60 ribu’’. Oh my godness!

Dokter Jones, sebelum saya berdiri dan pamit, akan terus menerangkan setiap pertanyaan yang saya ajukan. Alhasil, dokter menyarankan saya untuk memakai penyangga dan memastikan apakah penyangga itu tersedia di apotik terdekat dengan klinik itu dengan menelepon pegawai apotik. Setiap resep yang diberikan dipastikan apakah tersedia di apotik terdekat, jika tidak dokter akan mencari jalan keluar. Saya jadi ingat(untuk ketiga kalinya), sampai tengah malam mencari obat untuk ponakan saya dari resep dokter di salah satu rumah sakit swasta di pekanbaru. Hampir seluruh apotik saya jalani waktu itu, ternyata obatnya tak tersedia. Lalu saya bertanya, untuk apa resep ini?

Untung bagi saya, penyangga untuk tangan kanan saya tersedia di apotik terdekat dengan hanya berjalan kaki sekitar 4 menit. Disamping penyangga dokter juga memberikan vitamin untuk saraf dan penghilang rasa sakit. Hari terus berlalu. Kini tangan kanan saya memakai penyangga. Dokter juga memberikan saya surat izin istirahat kerja selama 7 hari. ‘’Kesemutan oh kesemutan, kenapa jadi begini.’’ Hukkk hukkk hukkkk’’


1 comment:

ndo' s web log said...

Salam kenal

Bolehkah saya memanggil anda tante?
Sebab saat ini saya berumur 16 thn.

Saya ingin menayakan mengenai kesemutan tante.
Kesemutan ini kan telah tante alami kurang lebih 1 tahun yang lalu. Lalu bagaimana keadaan tante sekarang?
Apakah masih menggunakan penyangga?
Atau sudah sembuh total?

Saya mohon tante segera membalas.
Karena saya cemas dengan ibu saya yang akhir-akhir ini sering kesemutan di tangan kanannya.

Trims.