Tuesday, December 9, 2008
Zia's funny strories
Cerita 1. A lion king and a snake
Cerita2. A robot an people
hahahha
Monday, November 24, 2008
Sekilas Western Australia
Luas daratan yang masif ini membuat kepadatan penduduk kurang dari satu orang per kilometer persegi. Bandingkan dengan Pulau Jawa yang luasnya seperduapuluh WA dan kepadatan penduduk 980 orang per per kilometer persegi.
Perth dan Fremantle adalah kota-kota utama di WA. Perth adalah ibukota negara bagian (state). Kota ini bersih, indah dan aman, dengan bangunan-bangunan yang memadukan artitektur kuno dan modern. Sedangkan Fremantle adalah kota pelabuhan yang tidak bisa dipisahkan dari Perth. Fremantle juga dipenuhi bangunan-bangunan tua khas negara barat. Di kota kecil ini anda dapat menemukan banyak tempat bersantai sambil minum kopi di trotoar atau meresapi lezatnya fish 'n chips (ikan dan kentang goreng) atau makanan sea food di pinggir laut.
Kedua kota tersebut memiliki reputasi gemilang sebagai tujuan wisata dan tempat hidup - antara lain karena keindahan, keamanan, ketertiban, kebersihan, dan keramahan penduduknya. Perth misalnya, menempati ranking 21 kota terbaik untuk hidup di dunia (menurut Mercer Consulting). Namun demikian, reputasi kedua kota tersebut belum mampu membuat mereka sebagai tujuan wisata utama di WA.
State ini dianugerahi banyak lokasi tujuan wisata. Selain wisata kota, sungai dan pantai di Perth dan Fremantle, tujuan wisata utama kebanyakan berada jauh dari kota-kota besar. Mereka menawarkan eksotisme pemandangan pegunungan, pantai, dan kawasan pedalaman untuk anda. Di WA, kawasan pedalaman disebut Outback. Outback inilah sesungguhnya tujuan wisata utama di WA.
...to be continued...
Sunday, October 19, 2008
Zia memanggul jangkar
Monday, October 6, 2008
Gurun Pinnacles Western Australia
Foto: discoverwest
Foto: kunaifiPinnacle Desert adalah bagian dari Nambung National Park. Menurut Department of Environment and Conservation WA (DECWA), taman nasional seluas lebih 17 ribu hektar ini juga meliputi pantai, dan hutan pohon Tuart yang rindang. Pada bulan Agustus hingga Oktober (musim semi), di hutan Tuart bunga-bunga mekar. Kombinasi kuning, merah dan hijau menyuguhkan pemandangan yang tak mudah anda lupakan. Jika beruntung, anda akan bertemu dengan kawanan emu dan kangguru liar di sini dan ‘bercengkrama’ dengan mereka.
Nama Nambung diberikan oleh penduduk asli setempat (masyarakat Aborigin). Awalnya mereka memberi nama Nambung pada sebuah sungai di kawasan tersebut. Nama sungai ini kemudian dipakai menjadi nama taman nasional tersebut. Dalam bahasa Aborigin, Nambung berarti “dibengkokkan” atau “dipelintir.”
Menurut DECWA, orang Eropa telah memasukkan Pinnacles Desert ke dalam peta sekitar tahun 1658. Namun hingga akhir 1960-an, Pinnacle Desert relatif tidak dikenal, sampai saat the Department of Lands and Surveys negara bagian WA menjadikan kawasan ini sebagai taman nasional. Kini, sekitar 150 ribu pengunjung mendatangi Pinnacles Desert setiap tahun.
Masih menurut DECWA, batu-batu kapur Pinnacles terbentuk secara alamiah. Asal mulanya adalah dari kerang laut pada masa ketika laut sangat kaya dengan kehidupan laut. Melalui proses ribuan tahun, kerang laut pecah menjadi pasir yang kaya kandungan kapur. Pasir kapur ini lalu hanyut bersama ombak ke daratan, ditiup angin dan membentuk bukit pasir yang tinggi dan berpindah-pindah. Jika musim dingin (winter) tiba dan frekuensi hujan tinggi, unsur asam pada hujan melarutkan Kalsium Karbonat yang kemudian meresap ke dalam pasir. Saat bukit pasir mengalami kekeringan di musim panas (summer), komposisi tersebut mengendap membentuk sejenis semen, bercampur dengan pasir, dan secara perlahan membentuk batuan kapur. Gurun pasir lama-kelamaan menjadi tipis akibat dikikis air dan angin. Bagian-bagian yang lebih keras bertahan, meninggalkan Pinnacles alias pilar-pilar batu. Pembentukan Pinnacles adalah proses ribuan tahun. Sekitar enam ribu tahun lalu, temuan arkeologi membuktikan bahwa kawasan ini pernah menjadi pemukiman suku Aborigin.
Pemerintah WA mengelola Pinnacle Desert dengan baik. Berbagai fasilitas umum dibangun seperti toko souvenir, toilet, tempat parkir dan sebagainya. Sentuhan modern pada fasilitas umum dengan konsep sustainable alias ramah lingkungan pun diberikan. Bangunan-bangunan dirancang dengan konsep "passive solar design" (menggunakan sinar matahari untuk menghangatkan/mendinginkan ruangan). Energi surya juga dimanfaatkan untuk membangkitkan listrik. Bahkan, teknologi pengelolaan dan daur ulang air pun dibangun di sini..
Perjalanan ke Pinnacle tidak kalah seru. Dengan jarak sekitar 250 km dari Perth, perjalanan anda akan memakan waktu sekitar tiga jam. Tapi jangan khawatir menjadi bosan, sebab anda akan mulai merasa berwisata saat perjalanan dimulai. Jalan-jalan mulus membuat anda nyaman duduk di dalam kendaraan. Saat meninggalkan Perth, anda merasakan kota semakin sepi. Namun bentuk rumah-rumah penduduk tidak berubah; khas Australia, beratap dan berpagar agak rendah dengan garasi ukuran besar dan dinding berpola batubata tanpa plaster.
Salah satu tipe umum rumah di Australia (Foto: pushpullbar)
Semakin jauh meninggalkan kota anda semakin dalam memasuki outback. Dari dalam kendaraan anda akan menyaksikan hamparan lanskap khas Australia, terdiri dari semak-semak (bush), padang-padang rumput, lembah, bukit-bukit kecil, juga danau-danau indah. Di beberapa tempat terdapat perkebunan Lavender. Bunga yang sering dijadikan bahan-baku produk kecantikan tersebut memiliki warna putih bercampur ungu, kontras dengan hijaunya padang rumput di sekelilingnya. Paduan warni ini memberi anda kesan damai, juga romantis.
Anda juga akan menemukan puluhan peternakan sapi, domba, dan kuda sepanjang jalan. Gampang mengetahui lokasi peternakan. Biasanya ditandai dengan padang rumput luas, tapi bersih. Di tengahnya terdapat rumah pemilik peternakan (farmer), lengkap dengan gudang peralatan. Peternak domba biasanya memiliki beberapa kuda dan anjing. Bersama kuda Australia yang terkenal kuat dan besar dan dibantu anjing-anjing terlatih, farmer dengan mudah menggiring ratusan domba menuju kandangnya. Secara berkala, bulu-bulu domba dicukur, lalu dijual. Oleh pabrik, bulu domba dijadikan pakaian berkualitas tinggi. Dengan cara demikian, farmer dapat hidup makmur.
Sebuah peternakan domba di Western Australia (Foto: fmft)
Satu lagi pemandangan menarik menuju Pinnacle, yaitu Emu Downs Wind Farm (EDWF). EDWF adalah pembangkit listrik tenaga angin skala besar yang mulai beroperasi 2006. Menurut Griffin Energy, pemilik Emu Downs, wind farm miliknya adalah nomor dua terbesar di Western Australia setelah Albany Wind Farm, dan nomor empat di Australia. Bersama Stanwell Corp. wind farm ini menghabiskan A$180 juta (sekitar 1,3 Triliun Rupiah). Dengan kapasitas 80 MW, turbin-turbin setinggi 70 meter itu mampu menghasilkan listrik untuk sekitar 62.000 rumah. Bandingkan dengan PLTA Koto Panjang yang memiliki kapasitas 114 MW, dan biaya sekitar 2,8 Triliun (Sumber: iselantang). Listrik yang dihasilkan EDWF dibeli Synergy, perusahan retail listrik milik pemerintah WA. Sebagian besar digunakan mengoperasikan instalasi penyulingan air laut terbesar di WA.
Emu Downs Wind Farm, Western Australia (Foto: puregreen)
Setelah cukup penat menempuh perjalanan dan dilanjutkan dengan mengarungi gurun Pinnacles, anda dapat rehat di Jurien Bay, sebuah pantai koral yang terletak tidak jauh dari sana. Jika suka berenang dan memancing, anda bisa lakukan di Jurien Bay. Siapa tahu anda pulang membawa Rock Lobster raksasa khas Jurien Bay.
Jalan-jalan ke Pinnacle Dessert bukan hanya menyaksikan keajaiban geologi, tapi juga membawa anda ke masa lalu sekaligus ke tempat yang "asing." Satu tips yang tidak boleh anda lupakan saat merencanakan kunjungan ke Pinnacle Dessert, jangan datang di musim panas dan dingin. Jika lupa, anda akan terpanggang matahari atau beku di luar sana. Outback bukan tempat yang ramah jika anda datang di musim yang salah.
Untuk melihat lebih banyak foto-foto di Pinnacle Dessert, silahkan klik di sini dan sini.
Saturday, September 6, 2008
ranum ramadhan
ranummu ramadhan
kuinginkan jatuh di putik rinduku
rupawan dalam genggaman
tasbihku:
‘’ramadhan jangan enggan berkawan
bawa aku dalam nikmat tak terlawan’’
Wednesday, August 13, 2008
pucuk pagi berselimut salju
di pucuk pagi berselimut salju
aku rindu pada embun
bergelayut di rimbun daun
menimbun diri
di wewangian hijau
maung kampung tercium di rantau
kusuruk risau di ketiak bumi
seksofonmu mengajakku menari
dengan gegerak kaki setengah berlari
tiba-tiba dari sunyi yang tercurah
di pucuk dedaunan yang gerah
menyembul harap yang tersurah
dalam kitab-kitab purba merekah
huruf-huruf ajaib mendesah
aku teringat kisah sang petapa
ketika takut menusuk
dia berikan senyum terindah
di goa-goa basah
pun ketika maut menjemput
ragu dan nestapa luput
hanya ada jejak kaki
mengarak pergi
Perth, Agustus 2008
(masih ada bait yang tersembunyi)
Monday, July 28, 2008
Sebelum Hujan di Musim Panas
puisi Reiner Maria Rilke
Tiba-tiba, dari semua hijau di sekitarmu
Sesuatu yang kau tak tahu, hilang
Kau rasakan ia merayau di dekat jendela,
Di puncak sepi. Di pinggir hutan
Kau dengar siualan nyaring burung plover
Mengingatkanmu akan seseorang di Saint Jerome:
Begitu banyak sunyi dan ingin yang datang
Dari sebuah suara
Tercurahlah sebuah keinginan yang kuat
Tembok dengan lukisan purba,
Meluncur, menjauh, begitu jauh
Seakan-akan mereka tak ingin mendengar apa yang kita katakan
Terpantul ke permadani-permadani kusam: dingin
Waktu suram yang panjang di masa kecil memancarkan cahaya buram
Ketika kau begitu takut
Translated by Murparsaulian dari Before Summer Rain
Menyebut nama Reiner Maria Rilke saya selalu teringat maha guru saya Hasan Junus. Opung HJ, begitu sapaan renyah saya pada sosok jenius yang telah merambah dunia sastra seantero dunia itu. Opung HJ lah yang memperkenalkan saya dengan karya-karya sastra dunia termasuk Reiner Marie Rilke. Beberapa hari ini saya rindu berdiskusi dengan opung HJ sang paus sastra itu. Untuk mengobati haus diskusi saya, saya menelisik beberapa puisi Reiner Maria Rilke, penyair berdarah Jerman itu. Salah satunya berjudul Before Summer Rain yang saya terjemahkan dalam bahasa sastra saya yang masih amat sederhana. Puisi ini diterjemahkan oleh Stephen Mitchell dari bahasa Jerman ke bahasa Inggris. Bisa diakses di http://www.geocities.com/paris/leftbank/4027/




